Ajak Mahasiswa Berbisnis Sejak Dini, Umm Undang Alumni Sukses

Setelah munculnya wabah Covid-19 di belahan bumi, sistem pendidikan pun mulai mencari suatu inovasi untuk proses kegiatan belajar mengajar. Ia menambahkan, perlu ada upaya untuk mempertajam pemahaman jiwa wirausaha. Pada anak-anak, hal ini bisa dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah atau bisa belajar dari kegiatan berkoperasi misalnya.

Namun masih banyak yang ragu karena belum benar-benar yakin akan keuntungan berwirausaha. Anda bisa meminta bantuan, teman, kerabat atau orang tua anda untuk menuntun anda mengatasi masalah-masalah yang anda hadapi dan meraih kesuksesan di usia muda yang anda impikan. Dalam menjalankan bisnis, networking adalah salah satu hal yang penting untuk mengembankanya. Hal ini tentunya dimiliki oleh anak-anak muda saat ini, dimana mereka mudah sekali dalam menjalin networking bisnisnya dengan maksimal. Dari situ, akan banyak tercipta ide dan inovasi baru untuk menjadikan bisnisnya semakin berkembang. Banyak anak muda yang menjalankan bisnis saat ini, menjalankanya dengan lebih fleksibel dan cenderung santai.

Menjalani bisnis dari dini

Kamu harus memutar otak agar bisa mendapatkan modal yang cukup untuk mulai usaha dan memastikan agar di akhir proses akan ada keuntungan yang signifikan bagi pengembangan usaha. Belum lagi kalau sudah mulai ada karyawan dan harus membayar gaji mereka tiap bulan. Jika selamanya bekerja untuk perusahaan kamu tidak akan pernah benar-benar tahu arti kerja keras dan disiplin bagi kesuksesanmu. Hanya mereka yang mau mencoba membuka usaha sendirilah yang akan mengerti hal ini. Dengan memulai bisnismu sejak dini dan menjalankannya saat masih mahasiswa, kamu bisa mendapatkan pengalaman di dunia nyata.

Apabila selama ini kamu selalu berfokus pada hasil saja, sebaiknya mulai saat ini kamu harus mulai berfokus pada proses untuk mencapai hasil di masa depan. Salah satu kesalahan umum yang dilakukan adalah banyak orang yang tidak mengukur kemajuan yang mereka lakukan. Maka, mulailah untuk membiasakan diri belajar dan mengikuti kursus di bidang tersebut.

Kalau sepatu dan tas, kisaran harga nya antara Rp 1,25 juta – Rp 5 juta. Karena barang-barang yang saya hasilkan ini adalah customized made, saya tidak bisa pastikan harga nya. Kalau untuk pakaian, hingga saat ini harga nya berkisar antara Rp 4 juta hingga yang paling mahal pernah saya buat adalah Rp 10 juta. Di Instituto di Moda Burgo tersebut, saya mendapatkan lebih banyak help lagi dari para pengajar dan teman-teman.